News Update :

PARIWISATA

ANEKA TIPS

SEJARAH

Showing posts with label PARIWISATA. Show all posts
Showing posts with label PARIWISATA. Show all posts

JUAL MADU ASLI BIMA NTB

Thursday, 9 May 2013

Jual Madu Asli Bima NTB - Madu Bima atau Madu Sumbawa merupakan salah satu hasil alam yang sangat terkenal dari daerah NTB dan sudah terbukti manfaat madu sangat manjur di gunakan sebagai obat berbagai macam penyakit. 


Kandungan /komposisi yang terdapat di setiap 100 gram madu sebagai berikut :
1. Kalori                    : 328 Kal
2. Kadar air             : 17,2 – 27
3. Protein                 : 0,5 gram
4. Karbohidrat       : 82,4 gram
5. Abu                       : 0,2 gram
6. Tembaga            : 4,4 – 9,2 mg
7. Fosfor                 : 1,9 – 6,3 mg
8. Besi                      : 0,06 – 1,5 mg
9. Mangan             : 0,02 – 0,4 mg
10. Magnesium   : 1,2 – 3,5 mg
11. Thiamin           : 0,12 mg
12. Riboflavin      : 0,02 mg
13. Niasin              : 0,20 mg
14. Lemak              : 0,12 mg
15. PH                     : 3,9
16. Asam total (mek/kg) : 43,12 mg



Kandungan yang terdapat di dalam madu lainnya secara umum sebagai berikut:
1. Vitamin : Vitamin A, vitamin B, vitamin E,
2. Mineral : Kalsium, Kalium, Natrium, Magnesium, Aluminium, Kuprum, Silika, mangan, Chlorine, Fosfor, Sulfur, zat besi, Iodine, Sodium
3. Enzym : Amylase, invertase, Phosphatase, Peroksidase
4. Asam : Asetat, Butirat, Glutamat, Format, Suksinat, Glikolat, Laktat Oxalat dan sitrat
5. Gula : Fruktosa 40%, Glukosa 34%, Sukrosa 2%
6. Kalori : 1 kg madu sebanding dengan 1,68 kg daging, 5,7 liter susu, 50 butir telur ayam, 40 buah jeruk, 25 buah pisang dan 4 kg kentang.



Beberapa Manfaat dari Madu sebagai berikut:

Meningkatkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan serta menghambat bakteri yang merugikan.
Madu membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri bifido yang merupakan bakteri yang sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Membantu menghambat bakteri yang merugikan seperti Helicobacter pylori, yang dapat menyebabkan tukak pada lambung.

Memperbaiki dan melindungi sistem pencernaan.
Efektif dalam mengatasi diare, dengan cara membantu penyerapan elektrolit dan air, serta dapat menghambat bakteri E.coli yang menyebabkan diare.
Membantu memperlancar buang air besar, sehingga dapat membantu mengatasi konstipasi/sembelit.
 
Beberapa penelitian membuktikan bahwa madu dapat membantu mengatasi tukak (luka) pada lambung serta membantu melindungi lambung dari risiko terjadinya iritasi yang disebabkan karena mengonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan tertentu.

Membantu penyerapan kalsium.
Kandungan asam glukonat dalam madu dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium.

Sebagai antioksidan.
Kandungan nutrisi dalam madu seperti vitamin C, asam organik, enzim, asam fenolik dan flavonoid bermanfaat sebagai antioksidan tinggi.

Sebagai sumber energi yang baik.
Madu terdiri dari fruktosa dan glukosa yang mudah diubah menjadi energi
glukosa oleh tubuh.

Aman untuk penderita diabetes.
Madu dapat digunakan sebagai pengganti gula, dan aman untuk penderita diabetes.

Mempercepat penyembuhan luka.
Madu memiliki sifat higroskopis yang tinggi (mudah menyerap air). Ketika dioleskan pada luka yang terbuka, madu menarik kandungan air dari luka tersebut, membuat luka cepat kering, sehingga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka.
Madu juga dapat mengurangi pembengkakan pada luka sehingga luka dapat sembuh lebih cepat.
Sifat antimikroba dari madu dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab infeksi pada luka.

Bagi Anda yang sudah merasakan khasiat dari madu pasti Anda akan mencari madu alami atau madu hutan liar yang sudah terbukti akan keasliannya. Apabila Anda membutuhkan madu tersebut silahkan Anda hubungi kami segera karena persediaan sangat terbatas....

KONTAK PERSON:
085215251992

SENI BUDAYA KOTA BIMA

Thursday, 17 January 2013

Kota Bima memiliki wisata budaya dengan kebudayaan Islam sebagai basisnya. Asi Mbojo (istana kesultanan), kuburan raja-raja dan para wali, permainan dan kesenian rakyat serta upacara keagamaan seperti perayaan maulud, U'a pua serta prosesi pelantikan raja dan lain-lain merupakan obyek dan event yang sangat menarik. 

 Tari Wura Bongi Monca

Beberapa tarian yang masih dapat di nikmati antar lain
a.      Atraksi Gantao
Jenis tarian ini berasal dari Sulawesi Selatan dengan nama asli Kuntao. Namun di Bima diberi nama Gantao. Atraksi seni yang mirip pencak silat ini berkembang pesat sejak abad ke-16 Masehi. Karena pada saat itu hubungan antara kesultanan Bima dengan Gowa dan Makasar sangat erat. Atraksi ini dapat dikategorikan dalam seni Bela diri (silat), dan dalam setiap gerakan selalu mengikuti aturan musik tradisional Bima (Gendang, Gong, Tawa-tawa dan Sarone). Pada zaman dahulu setiap acara-acara di dalam lingkungan Istana Gantao selalu digelar dan menjadi ajang bertemunya para pendekar dari seluruh pelosok, hingga saat ini Gantao masih tetap lestari detengah-tengah masyarakat Bima dan selalu digelar pada acara sunatan maupun perkawinan).

b.      Tari Wura Bongi Monca
Seni budaya tradisional Bima berkembang cukup pesat pada masa pemerintahan sultan Abdul Kahir Sirajuddin, sultan Bima ke-2 yang memerintah antara tahun 1640-1682 M. Salah satunya adalah Tarian Selamat Datang atau dalam bahasa Bima dikenal dengan Tarian Wura Bongi Monca. Gongi Monca adalah beras kuning. Jadi tarian ini adalah Tarian menabur Beras Kuning kepada rombongan tamu yang datang berkunjung.
     Tarian ini biasanya digelar pada acara-acara penyabutan tamu baik secara formal maupun informal. Pada masa kesultanan tarian ini biasa digelar untuk menyambut tamu-tamu sultan. Tarian ini dimainkan oleh 4 sampai 6 remaja putri dalam alunan gerakan yang lemah lembut disertai senyuman sambil menabur beras kuning kearah tamu, Karena dalam falsafah masyarakat Bima tamu adalah raja dan dapat membawa rezeki bagi rakyat dan negeri.

c.       Tari Lenggo
Tari Lenggo ada dua jenis yaitu Tari Lenggo Melayu dan Lenggo Mbojo. Lenggo Melayu diciptakan oleh salah seorang mubalig dari Pagaruyung Sumatera Barat yang bernama Datuk Raja Lelo pada tahun 1070 H. Tarian ini memang khusus diciptakan untuk upacara Adat Hanta UA Pua dan dipertunjukkan pertama kali di Oi Ule (Pantai Ule sekarang) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Lenggo Melayu juga dalam bahasa Bima disebut Lenggo Mone karena dibawakan oleh 4 orang remaja pria.
Terinspirasi dari gerakan Lenggo Melayu, setahun kemudian tepatnya pada tahun 1071 H, Sultan Abdul Khair Sirajuddin menciptakan Lenggo Mbojo yang diperankan oleh 4 orang penari perempuan. Lenggo Mbojo juga disebut Lenggo Siwe. Nah, jadilah perpaduan Lenggo Melayu dan Lenggo Mbojo yang pada perkembangan selanjutnya dikenal dengan Lenggo UA PUA. Tarian Lenggo selalu dipertunjukkan pada saat Upacara Adat Hanta UA PUA terutama pada saat rombongan penghulu Melayu mamasuki pelataran Istana.
 
d.      Rawa Mbojo
Salah satu seni budaya Mbojo yang merupakan ajang hiburan masyarakat tempo dulu adalah Rawa Mbojo. Seni ini adalah salah satu media penyampaian pesan dan nasehat yang disuguhkan terutama pada malam hari saat-saat penen sambil memasukkan padi di lumbung. Senandung Rawa Mbojo yang di-iringi gesekan Biola berpadu dengan syair dan pantun yang penuh petuah adalah pelepasan lelah dan pembeli semangat kepada warga yang melakukan aktifitas di tiap-tiap rumah. Sebagai selingan, dihadirkan pula seorang pawang cerita yang membawakan dongeng-dongeng yang menarik dan penuh makna kehidupan.
Syair dan senandung Rawa Mbojo didominasi pantun khas Bima yang berisi nasehat dan petuah, kadang pula jenaka dan menggelitik. Ini adalah sebuah warisan budaya tutur yang tak ternilai unuk generasi. Dalam Rawa Mbojo terdapat beragam lirik yang dikenal dengan istilah Ntoro. Ada Ntoko Tambora, Ntoko Lopi Penge, dan Ntoko lainnya. Tiap Ntoko memiliki khas masing-masing. Misalnya Ntoko Tambora dilantunkan dalam syair dan irama yang mengambarkan kemegahan alam. Ntoko Lopi Penge mengambarkan suasana laut dan gelombang. Syair dan pantun yang dilantunkan pun dikemukakan secara spontan sesuai keadaan. Itulah kelebihan dari para pelantun Rawa Mbojo. Meskipun tidak bisa membaca dan menulis, namn mereka sangan pawai melantunkannya secara spontanitas.
 
e.      Hadrah Rebana
Jenis atraksi kesenian ini telah berkembang pesat sejak abad ke-16. Hadrah Rebana merupakan jenis atraksi yang telah mendapat pengaruh ajaran islam. Syair lagu yang dinyanikan adalah lagu-lagu dalam bahasa Arab dan biasanya mengandung pesan-pesan rohani. Dengan berbekal 3 buah Rebana dan 6 sampai 12 penari, mereka mendendangkan lagu-lagu seperti Marhaban dan lain-lain. Hadrah Rebana biasa digelar pada acara WA’A CO’I (Antar Mahar), Sunatan maupun Khataman Alqur’an. Hingga saat ini Hadrah Rebana telah berkembang pesat sampai ke seluruh pelosok. Hal yang menggembirakan adalah Hadrah Rebana ini terus berkembang dan dikreasi oleh seniman di Bima. Dan banyak sekali karya-karya gerakan dan lagu-lagu yang mengiringi permainan Hadrah Rebana ini.
Semua atraksi kesenian dan tari-tarian ini oleh Pemerintah Kota Bima selalu di gelar pada setiap perayaan hari-hari besar daerah, propinsi dan nasional bahkan untuk menyambut para tamu-tamu pemerintahan, wisatawan dan kegiatan-kegiatan ceremonial lainnya yang terpusat di Paruga Nae (tempat khusus pagelaran seni budaya dengan arsitektur khas tradisional rumah adat Bima).
(Ref: http://bimakota.go.id)

OBYEK WISATA KOTA BIMA

Pantai Ule
Tempat Wisata Kota Bima 
 
Secara historis Kota Bima merupakan pusat Kesultanan Bima dimasa lampau. Dengan warisan kekayaan budaya yang dimiliki, Kota Bima dapat mengembangkan wisata budaya dengan kebudayaan Islam sebagai basisnya. Asi Mbojo (istana kesultanan), kuburan raja-raja dan para wali, permainan dan kesenian rakyat serta upacara keagamaan seperti perayaan maulud, U'a pua serta prosesi pelantikan raja dan lain-lain merupakan obyek dan event yang sangat menarik. Wisata alam dan bahari juga bisa dikembangkan. Kawasan pesisir dari Pantai Lawata sampai pintu gerbang Kota Bima bisa dikembangkan sebagai pusat perhotelan dan perdagangan souvenir. Taman Kota juga bisa diciptakan sebagai alternatif bagi wisatawan domestik.

Pariwisata yang cukup potensial untuk dikembangkan di wilayah ini adalah:
  • Pariwisata alam, meliputi Pantai Lawata, Pantai Amahami, Pantai Oi Ni'u, Pantai Ule, Pantai Kolo dan Pulau Kambing.
  • Pariwisata budaya, meliputi museum Asi Mbojo, kuburan Tolobali, bukit Danatraha (kompleks makam Kesultanan Bima) dan Benteng Asakota.
 
 Pacuan Kuda
 
Hal ini didukung pula oleh berbagai usaha jasa dan produk wisata yang cukup baik, seperti usaha perhotelan, biro perjalanan wisata, dan souvenir berupa tenun ikat, songket, sarung dan lain-lain.
Wisata Kuliner Kota Bima

Minuman Tradisianal Buah Lontar (Oi Ta’a)
Melintasi sepanjang jalan lintas Bima – Sape tepatnya di sebelah timur Terminal Kumbe Kota Bima, kita akan menemukan Kedai –kedai Oi Ta’a atau Air Lontar yang dijual warga di Oi Mbo Kelurahan Kumbe. Nama Oi Mbo tercatat dalam legenda Tanah Bima, nama kampung ini diberikan oleh Raja Indra Zamrut untuk mengenang adiknya Indra Komala yang telah memakjulkan diri disebuah mata air di ujung selatan kampung Oi Mbo, karena adanya perselisihan di antara keduanya yang disebabkan oleh Mata Pancing Indra Zamrut yang dihilangkan oleh Indra Komala. Nama Oi Mbo berasal dari Oi Mbora (air yang hilang) karena di mata air itulah Indra Komala menenggelamkan diri hingga menghilang.
Waktu yang tepat untuk mengambil Air Lontar adalah pada pagi hari dan sore hari, sementara produksi air lontar yang melimpah di Oi Mbo ini berlangsung dari bulan April hingga Agustus. Meminum air lontar yang segar adalah pada saat baru di ambil dari pohonnya. Disamping airnya, lontar memiliki banyak manfaat antara lain daunnya dapat digunakan sebagai bahan pembuat rokok, bahan Topi dan payung (Paju Longge) dalam upacara-upacara adat Bima dan buah lontar sangat gurih untuk dimakan.

Makanan Khas (Wisata Kuliner Penaraga)
Kota Bima merupakan kota yang juga dikenal sebagai Kota Kuliner, Anda bisa menikmati berbagai jenis makanan baik tradisional maupun nasional karena di Kota Bima masyarakatnya terdiri dari berbagai suku dan etnik sehingga segala jenis makanan ada di Kota Bima seperti; Padang, Sulawesi, Jawa, Sumbawa dan Lombok.

Disamping itu, Jajanan dan Kue yang merupakan produksi lokal yang dihasilkan oleh para ibu rumah tangga, industri rumah tangga maupun perusahaan-perusahaan kue lokal juga banyak ditemukan dengan berbagai rasa, bentuk dan nama. Salah satu tempat yang menjadi pusat jajanan dan kuliner tradisional di Kota Bima adalah Kelurahan Penaraga, di tempat ini kita bisa langsung melihat mulai dari proses pembuatan sampai jajanan itu siap untuk di makan atau dijual dan bahkan kita bisa langsung membeli dan menikmati jajanan dan makanan lainya yang ada di Penaraga.

 (Ref: http://id.wikipedia.org, http://bimakota.go.id)

POPULAR POST

MADU

 

© Copyright RIAN BIMA 2013 | Design by Borneo Template | Redesigned by EKONOMI Holic | Powered by Blogger.com.